Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Sayangilah Anak-Anak

Gambar
beehappy Anak adalah anugerah yang diberikan Allah  Ta’ala  kepada orang tua. Kehadirannya selalu didambakan oleh dua insan yang mulai menjalani bahtera rumah tangga. Kehadirannya menjadi penyempurna kebahagiaan yang mulai tercipta. Tangisnya menjadikan gelisah hati ayah dan ibu yang mendengarkannya. Tawanya menjadi pelipur hati kedua orang tuanya yang tengah berduka. Bahkan adanya dirinya menjadi penyejuk pandangan dan menimbulkan kegemasan bagi siapa saja yang memandangnya. Anak yang belum baligh adalah insan yang masih bersih dari dosa. Setiap tingkah laku yang dikerjakan anak sebenarnya adalah hasil dari “meniru” orang-orang dewasa yang ada di sekitarnya. Bisa jadi meniru orang tua, tetangga, atau mungkin kawan bermain dalam kesehariannya. Oleh karenanya, diangkatlah pena catatan amal atas diri-diri mereka. Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,  “Pena diangkat dari tiga orang (malaikat tidak mencatat apa-apa dari tiga orang), yaitu: orang y...

fakir miskin dan anak yatim

Gambar
beehappy وَقَالَ الرَّسُولُ يَارَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْءَانَ مَهْجُورًا ( 30) Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan". (Al-Furqan:30)             Tidak diacuhkan dari segi:  1. Membacanya        2. Mengamalkannya Ayat tersebut dipertegas lagi ; أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? (Al-Baqarah: 85)             Mafhumnya: Al-Qur’an diamalkan berdasarkan Kepentingan. Salah satu surat yang tidak diacuhkan itu adalah أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ(1)فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ(2)وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ(3) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (1) Itulah orang yang menghardik anak yatim, ...

ADAB TERHADAP ANAK YATIM

Gambar
beehappy Anak-anak yatim ditaqdirkan oleh Allah  subhanahu wata’ala  lahir atau tumbuh berkembang tanpa bapak adalah berdasar kebijaksanaan Allah  subhanahu wata’ala  yang Maha Suci lagi Maha Tinggi. Ketiadaan orang tua bukan berarti kekurangan atau hambatan bagi mereka, akan tetapi terdapat banyak hikmah yang diatur oleh Allah  subhanahu wata’ala  di antaranya:  1. Sebagai sarana bagi kaum mukminin untuk saling berlomba, tolong-menolong, terutama ber-lomba menolong anak yatim.  2. Sebagai sarana bagi kaum mukminin untuk saling memperhatikan dan peduli terhadap nasib sesama, terutama terhadap anak yatim.  3. Sebagai sarana kaum mukminin untuk menghidupkan sunnah nabi dan menegakkan ajaran Allah  subhanahu wata’ala , tentang perhatian terhadap anak yatim.  4. Sebagai sarana kaum mukminin menuntut dirinya memenuhi janji Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam , yaitu duduk bersanding dengan beliau bagi siapa yang men...

Sayangilah Anak Yatim dan Orang Miskin

Gambar
beehappy Di antara sifat orang yang mendustakan hari pembalasan adalah tidak punya kasih sayang pada anak yatim dan orang miskin. Masih ada sifat lainnya yang disebutkan dalam surat Al Maa’uun. Allah  Ta’ala  berfirman, أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3) فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7) “ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’  dan enggan (menolong dengan) barang berguna .” (QS. Al Maa’uun: 1-7). Mendustakan Hari Pembalasan Dalam ayat pertama disebutkan, أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ “ Tahukah kamu (orang) yang mendustak...